Google
Showing posts with label natural medicine. Show all posts
Showing posts with label natural medicine. Show all posts

Sunday, December 16, 2007

Makanan Pereda Sakit

Minum obat , itu akan kita katakan jika tubuh kita merasakan sakit .
Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah majalah yang salah satu artikelnya berjudul 10 MAKANAN PEREDA SAKIT, cukup menarik menurut saya apa lagi disaat sekarang dimana harga obat-obatan sangat mahal bagi beberapa kalangan .
Sesuatu yang mungkin sangat berguna bagi kita jika hal ini bisa kita terapkan didalam hidup kita dan menjadi murah dalam hal biaya.

Berikut ini adalah 10 makanan tersebut

1. Jus wortel campur gula bit
Membersihkan organ pencernaan makanan dan merangsang produksi ' gas buang'.
2. Bawang Putih
Kunyah-kunyahlah sebentar, maka tenggorokan jadi lega, jika ada peradangan maka akan
sembuh karenanya.
3. Brokoli
Kandungan kalsiumnya berguna untuk meredam rasa sakit disaat datang bulan selain itu ,
brokoli juga mengandung vitamin C . Kita tahu bahwa vitamin alami inilah yang paling
mujarab untuk penyembuhan berbagai rasa sakit
4. Pisang
Mengandung potasium dan vitamin B6 yang bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit pada
persendian dan nyeri otot.
5. Ikan salmon dan tuna
Kandungan kalsiumnya yang padat adalah obat mejarab untuk rematik. Muatan lain adalah
omega 3, yang ampuh sebagai penawar kolesterol. Para gadis yang enderita endometriosis
atau kelainan pada sistem reproduksi sangat disarankan unutk mengkonsumsi kedua jenis ikan ini.
6. Yoghurt
Selain dikonsumsi untuk menanbah gizi, yoghurt juga bisa dioleskan pada kulit yang terbakar
oleh terik sinar matahari. Jaringan kult yang rusak akan segera berganti.
7. Kenari
Mengandung unsur tembaga, bermanfaat untuk menyembuhkan rematik dan rasa sakit pada
persendian.
8. Lada
Rasa pedasnya akan mengurangi aktivitas otak ketika menerima sinyal rasa sakit dari saraf pusat.
Lada juga menyembuhkan sinusitis serta mengencerkan sumbat pada tenggorokan.
9. Gandum
Menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol, juga mujarab untuk kulit memperhalus dan
menghilangkan bercak-bercak serta memperbaiki kerusakan oleh sengatan sinar matahari .
10. Jus Ceri
Selain rasanya enak juga menghilangkan rasa sakit pada ginjal serta mengobati infeksi kandung kemih.

Wednesday, December 12, 2007

Minyak Ikan Berkhasiat Turunkan Serangan Jantung

SIAPA yang tidak "ngeri" dengan serangan penyakit jantung. Menurut hasil survei Kesehatan Rumah
Tangga Departemen Kesehatan (Depkes) tahun 1996, penyakit jantung koroner menduduki peringkat
pertama sebagai penyebab kematian.

Sedangkan berdasar SEAMIC Health Statistic 2000, penyakit serbiovaskuler seperti jantung koroner
dan stroke berada di urutan kedua penyebab kematian tertinggi di dunia.

Herannya, sedikit orang Eskimo yang menderita penyakit mematikan ini. Di negara yang terletak di Kutub
Utara itu, jumlah penderita jantung terhitung rendah. Adalah Jorn Dyerburg dan H.O.. Bang yang
berspekulasi bahwa ada hubungan antara sedikitnya penderita jantung di Eskimo dengan kebiasaan
makan mereka. Orang Eskimo mengonsumsi banyak makanan laut. Seperti yang diketahui, lemak dari
laut mengandung polyunsaturated, yaitu jenis lemak penghasil asam lemak omega-3.
Asam lemak ini biasa terdapat dalam ikan air segar seperti salmon, makerel dan swordfish. Selain itu,
asam ini juga bisa ditemui pada lemak sayur seperti kanola dan kacang-kacangan. Asam lemak omega-3
sudah sejak lama diteliti sebagai zat yang bisa mengurangi tingkat kematian akibat penyakit jantung
koroner, terutama kematian mendadak.

Mati Mendadak
Riset terbaru yang dipublikasikan Journal of the American Medical Association melaporkan ada hubungan
antara konsumsi ikan dengan jumlah asam lemak omega-3 serta pertumbuhan penyakit jantung koroner.
Hasil ini didapat dari penelitian yang diadakan Nurses's Health Study yang mengikutsertakan 98.462
perempuan. Penelitian tersebut menunjukkan relasi kuat antara konsumsi ikan dan asam lemak omega-3
dengan kemungkinan pertumbuhan penyakit jantung koroner. Semakin tinggi jumlah konsumsi omega-3,
semakin rendah risiko terserang jantung koroner.
Eksperimen lain dilakukan oleh Physicians Health Study yang melibatkan 22.000 laki-laki setengah baya.
Hasilnya, asam lemak omega-3 dalam aliran darah berpengaruh terhadap risiko kematian akibat jantung
koroner. Kian tinggi kandungan asam lemak omega-3 dalam darah, kian tinggi pula daya proteksi
tubuh terhadap kematian mendadak. Bukti ini diperkuat lagi oleh sebuah riset di Italia. Riset ini
menyertakan 11.000 orang, lelaki dan perempuan penderita serangan jantung. Mereka dibagi dalam tiga
kelompok. Kelompok pertama menerima perawatan seperti biasa. Kelompok kedua diberi asupan
suplemen vitamin E. Kelompok ketiga diberi konsumsi kapsul minyak ikan.
Hasilnya, vitamin E tidak memberi dampak apa pun terhadap risiko serangan jantung. Sedangkan
kelompok ketiga yaitu mereka yang mengonsumsi kapsul minyak ikan ditemukan mengalami
penurunan serangan jantung sebesar 45 persen.
Dari serangkaian penelitian di atas, Dyerburg dan Bang menyimpulkan asam lemak omega-3 bisa
menurunkan risiko kematian mendadak akibat serangan jantung. Efek ini sama sekali tidak ada hubungannya
dengan kandungan kolesterol dalam darah. Pengaruh asam lemak omega-3 itu tidak terlihat langsung,
melainkan tiga bulan setelah riset dilakukan. Kesimpulan lain adalah dosis pemberian asam lemak
omega-3 harus kecil.
Dianjurkan dosis diberikan setara dengan mengonsumsi dua ikan berlemak setiap minggu. Dalam
bentuk kapsul, total dosisnya adalah 800 sampai 1000 miligram perhari.. Di Amerika Serikat (AS),
setiap kapsul berisi 300 atau 500 miligram asam lemak omega-3. Dibandingkan dengan terapi obat
tradisional, asam lemak omega-3 jauh lebih bermanfaat, aman dan tidak mahal.
Dari bukti-bukti ini, penderita jantung atau penyakit pembuluh darah lain dianjurkan mengonsumsi
asam lemak omega-3. Dosis yang disarankan adalah dua ekor ikan segar setiap minggu atau dalam
bentuk suplemen. Anjuran ini berlaku tidak hanya bagi penderita jantung, tapi juga mereka yang
berisiko menderita penyakit jantung akibat peningkatan kadar kolesterol, tekanan darah tinggi atau
diabetes. Bahkan bagi orang yang tidak terancam risiko sakit jantung konsumsi lemak polyunsaturated
akan membawa dampak positif. Uniknya, mayoritas ahli medis tidak merekomendasikan keampuhan
asam lemak omega-3 ini bagi pasiennya. Padahal jauh sebelum studi penelitian terbaru ini, sudah
sejak lama asam lemak omega-3 diketahui manfaatnya. Justru para ahli medis itu banyak
merekomendasikan vitamin E sebagai konsumsi untuk penderita penyakit jantung.

Produk Alami
Sementara menurut ahli jantung dari Rumah Sakit (RS) Harapan Kita, Profesor. Dr. Asikin Hafiah,
penemuan mengenai manfaat asam lemak omega-3 sudah lama diketahui oleh para ahli medis di
Indonesia. Merujuk pada banyak penemuan di luar negeri, para dokter di sini pun sudah menganjurkan
konsumi ikan laut pada para pasiennya. "Sejak dulu kami tahu bahwa ikan laut sangat berguna bagi
tubuh. Maka kami selalu menganjurkan pasien jantung agar rajin mengonsumsinya, cukup sehari
satu. Jika kebiasaan ini dilakukan maka tingkat serangan jantung akan menurun," jelas Asikin kepada
SH hari Kamis (11/4).
Namun karena penyakit jantung adalah penyakit progresif, maka konsumsi minyak ikan ini tidak bisa
menyembuhkan penyakit jantung secara 100 persen, hanya menurunkan persentase serangannya saja.
Penelitian tentang minyak ikan ini sudah dilakukan sejak tahun 1996 oleh dr. Fadilah Supari yang
juga ahli jantung RS Harapan Kita. Ia merekomendasikan ikan lemuru yang banyak terdapat di perairan
laut Indonesia sebagai ikan yang potensial mengandung asam lemak omega-3.
Dengan mengonsumsi dua porsi ikan lemuru setiap minggu maka cukup untuk memenuhi kebutuhan
tubuh. Ikan yang mengandung asam lemak omega-3 cukup optimal ini mampu menurunkan kadar
superoksida yang merusak jaringan otot jantung. Disarankan agar ikan ini tidak digoreng, melainkan ditim.
Sebab jika digoreng maka kandungan omega-3-nya akan menguap.
Menurut Fadilah, pada orang yang mengonsumsi omega-3, keping darahnya (platelet) tidak mudah pecah
atau menggumpal. Asam lemak omega-3 ini menjadikan dinding pembuluh darah (endotil) kuat, tidak rapuh,
dan tidak mudah ditembus oleh zat yang memecah dinding pembuluh darah. Asam lemak ini bisa
menurunkan parameter biokimia sebagai faktor risiko arteriosklerosis seperti kolesterol, LDL dan trigliserida.
Karena itu, Asikin berpendapat bahwa asam lemak ini juga mampu memperbaiki tekanan darah pada
penderita hipertensi serta semua penyakit yang berhubungan dengan gangguan pembuluh darah.
Senada dengan pendapat Asikin, Dr.Arayandanu dari DepartemenTeknologi Makanan dan Gizi,
Universitas Djuanda, Bogor menyatakan bahwa khasiat asam lemak omega-3 tidak hanya bisa dirasakan
oleh penderita jantung, melainkan juga diabetes dan hipertensi. "Banyak penelitian yang sudah
membuktikan kehandalan asam lemak ini. Tapi memang para ahli medis kita tidak semuanya
menyarankan konsumsi ikan pada pasien. Ada beberapa ahli medis yang belum mengetahuinya atau
ragu-ragu. Padahal tidak ada obat dari dokter yang berpengaruh pada kinerja minyak ikan dalam
tubuh pasien," jelas Aryandanu dalam kesempatan terpisah.
Banyak produk telur omega-3 yang kini banyak dijual di pasar swalayan. Menurut Arya, produk rekayasa
ini memang diilhami dari khasiat asam lemak omega-3. Telur jenis ini bisa meningkatkan kadar asam
lemak omega-3 dalam aliran darah. Tapi bukan berarti bisa menurunkan kadar kolesterol atau
trigliserida, hanya mengubah kadar asam lemak dalam plasma darah saja. Sebutir telur omega-3 berisi
asam lemak omega-3 (618 mg), dan asam lemak omega-6 (999 mg), seperti yang tercantum pada
kemasan telur yang diperdagangkan.

Namun baik Arya maupun Asikin menganjurkan agar penderita jantung lebih mempercayai produk alami
sebagai sumber asam lemak.

Sumber : www.sinarharapan.co.id





Seledri Dan Kumis kucing sembuhkan Hipertensi

Hipertensi merupakan faktor risiko penting penyakit jantung koroner di Indonesia, khususnya
Jakarta.Hipertensi adalah keadaan tubuh kehilangan atau kurang mampu mengendalikan
tekanan darah sehingga mengalami tekanan berlebih atau biasa dikenal sebagai tekanan
darah tinggi. Jika tidak terkendali, hipertensi dapat menimbulkan komplikasi ke otak sehingga
terjadi stroke, mempengaruhi ginjal dan jantung. Risiko pada jantung dapat mencapai angka
75 persen berupa pembengkakan jantung (left ventricel hyperthophy), penyempitan pembuluh
darah koroner (coronary artery disease), atau kombinasi keduanya. Ketiga komplikasi tersebut
akan meningkatkan angka kematian kardiovaskuler atau gagal jantung.













Karena itu, pengenalan dini terhadap hipertensi serta penanggulangannya akan dapat menurunkan
angka kematian tersebut. Sayangnya masyarakat sering mengabaikan hipertensi karena gejalanya
sendiri kurang bermakna. Selain itu, pengetahuan tentang pengendalian hipertensi masih sangat
minim, biaya pengobatan mahal karena mesti dilakukan seumur hidup, dan kampanye mengenai
pengetahuan hipertensi juga minim.Langkah awal untuk pengobatan dan pengendalian hipertensi
secara non-medis bisa dilakukan dengan memulai pola hidup sehat, yakni olah raga teratur, pola
makan seimbang, serta mengobati penyakit penyerta seperti diabetes. Jika penanganan non-medis
ini tidak berhasil maka harus diteruskan dengan upaya medis.

Seledri dan Kumis Kucing
Sampai saat ini, obat yang disediakan para dokter untuk pengobatan hipertensi masih didominasi
obat-obat impor yang tergolong mahal. Sementara daya beli masyarakat turun akibat krisis yang
melanda Asia. Hal ini membuat masyarakat banyak beralih pada obat generik tiruan dari luar, dan
obat tradisional seperti jamu tanpa pengetahuan pasti.
Padahal tidak semua obat tradisional atau jamu yang beredar di pasaran sudah dibuktikan secara
klinis. Berawal dari sini, PT Phapros bekerja sama dengan Pusat Jantung Nasional Harapan Kita
mengadakan uji klinis atas obat tradisional dengan komposisi tanaman seledri (Apium graviolens)
dan kumis kucing (Orthosiphon stamineus beth). Seledri sudah lama dikenal masyarakat Indonesia
sebagai bahan obat tradisional yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Tanaman ini terbukti
memiliki efek seperti calcium antagonis (pengaruh terhadap tekanan darah).
Sementara kumis kucing yang terbukti memiliki efek betha blocker (pengaruh terhadap tekanan
darah dan serangan jantung) merupakan tanaman asli Indonesia yang dipercaya membantu
pembuangan racun dalam tubuh tanpa gejala dehidrasi, serta memperlancar fungsi ginjal.
Kedua jenis tanaman tersebut diolah dan diambil ekstraknya untuk dilebur dalam suatu komposisi
tertentu yang kemudian dijadikan kemasan pitofarmaka agar bisa dapat dikonsumsi secara praktis.
Penelitian yang telah dimulai sejak dua tahun lalu itu diprakarsai oleh Dr.Bina Suhendra, Presiden
Direktur PT Phapros, Tbk, Dr.Aulia Sani, Direktur Utama Pusat Jantung Nasional, Rumah Sakit
Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dan dipimpin oleh Dr. dr. Fadilah Supari dari pusat
data dan penelitian Pusat Jantung Nasional Harapan Kita.
Penelitian ini diklaim memberikan solusi untuk pengobatan dan pengendalian hipertensi dengan biaya
murah terjangkau oleh masyarakat dan memiliki khasiat setara dengan obat impor.
Uji klinis dilakukan terhadap 160 orang penderita tekanan darah tinggi yang dipilih secara acak dan
dibagi menjadi dua kelompok. Kedua kelompok tersebut diberi Tensigard (obat ekstrak seledri dan
kumis kucing) dan Amlodipin (obat impor hipertensi sejenis calcium antagonist yang sangat dikenal
dan terbukti dapat mengendalikan hipertensi dengan baik). Hasilnya, setelah 12 minggu pemakaian
obat-obat tersebut, dua kelompok itu sama-sama mengalami penurunan tekanan sistolik maupun distolik.
Namun sama seperti Amlodipin, obat yang berasal dari ekstrak seledri dan kumis kucing ini juga
menimbulkan efek samping sakit kepala. Hanya saja, menurut penuturan Fadilah Supari, prosentase
sakit kepala saat mengonsumsi tensigrad jauh lebih kecil. Jika Anda masih tidak percaya dengan
khasiat obat ekstrak baru ini, mungkin Anda bisa mencobanya dengan konsumsi seledri dan rebusan
kumis kucing. Barangkali, ini akan lebih efektif. (art)

Sumber :www.sinar harapan.co.id